Pertemuan 4 KPPL
Pertanyaan
Cari Paper / Jurnal / Buku Tugas Akhir, metodologinya,
dan output resumenya yang membuat aplikasi Tech
Support System menggunakan model proses Waterfall atau Scrum atau
Agile
Jawaban
Jurnal: IT-Helpdesk System Design With Waterfall Model
Jurnal dari Siti Nur Khasanah, et. al. berikut membicarakan
tentang desain dan implementasi sistem helpdesk web yang menggunakan metode
Waterfall untuk mengatasi masalah inventori elektronik di perusahaan Agung
Podomoro Group.
Jurnal tersebut bertujuan untuk;
1. Membantu meningkatkan efisiensi dengan mengganti proses
kerusakan inventori yang dilakukan secara manual dengan sistem yang lebih
terstruktur dan efisien
2. Menciptakan sistem yang dapat mencatat laporan
kerusakan beserta riwayatnya, sehingga memudahkan dalam penanganan masalah
serupa di masa depan.
3. Memberikan kemudahan bagi teknisi dalam melaporkan
dan menangani masalah terkait inventori, serta menyamakan beban kerja di antara
para teknisi.
Ada 5 metodologi yang digunakan dalam jurnal tersebut, yaitu
1. Menganalisis persyaratan sistem. Hasil analisis sistem
yang ada saat itu masih kurang efisien dan sulit mengontrol semua klaim yang
terjadi secara manual.
2. Mendesain database. Desain basis data sesuai dengan
kebutuhan program yang akan dibuat serta merancang formulir sebagai sarana
komunikasi dengan sistem yang sudah ada.
3. Code Generation. Sistem yang telah dirancang
kemudian diimplementasikan dengan melakukan coding menggunakan perangkat lunak
Dreamweaver.
4. Testing. : Tes dilakukan kepada logika dan fungsi
perangkat lunak, termasuk data masukan, proses-proses, dan output yang
dihasilkan serta pada sistem localhost. Jika tes menemukan adanya eror baik
secara tampilan situs maupun basis datanya maka akan diperbaiki erornya hingga
tidak ada lagi atau minimalisasi eror pada program yang dibuat.
5. Maintenance. Dimana beberapa hal yang harus
dipertimbangkan, seperti operator (pengguna), harus bisa menjalankan sistem
dengan benar. Jika terjadi kerusakan pada sistem, maka harus bisa memperbaiki
kerusakan, baik pada sistem itu sendiri aupun pada jaringan yang terhubung, dan
melakukan update otomatis antivirus agar komputer tidak diserang virus yang
dapat membuat sistem menjadi lambat.
Lalu, penulis menuliskan bahwa hasil dari penelitian yang
dilakukan pada jurnal itu adalah
1. Sistem helpdesk yang dikembangkan mampu mencatat
laporan kerusakan inventori dengan lebih terstruktur, sehingga memudahkan
penanganan masalah oleh teknisi dan meningkatkan efisiensi dalam proses
penyelesaian masalah.
2. Dengan adanya sistem ini, evaluasi kinerja setiap
teknisi dapat dilakukan dengan lebih objektif, karena semua laporan dan
tindakan yang diambil tercatat dengan baik dalam sistem
3. Desain antarmuka pengguna yang sederhana dan
intuitif memudahkan pengguna dalam melaporkan masalah dan bagi teknisi untuk
mengelola laporan tersebut
4. Penulis merekomendasikan agar sistem helpdesk ini
dapat diakses secara online untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas, serta
untuk memperluas penggunaannya tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga
untuk pihak eksternal
5. Penulis menekankan bahwa perlu ada peningkatan kapasitas
hardware dan software untuk memaksimalkan performa sistem helpdesk yang telah
dibangun.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari jurnal tersebut
adalah sistem helpdesk web yang dirancang dan diimplementasikan
menggunakan model waterfall dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam
penanganan masalah inventori elektronik di PT Agung Podomoro Group. Sistem ini
berhasil menggantikan proses pelaporan kerusakan inventori manual dengan cara
yang lebih terstruktur dan interaktif, sehingga mempermudah teknisi dalam
menangani masalah dan meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, sistem ini juga
memfasilitasi pengguna dalam melaporkan masalah dan membalikkan beban kerja
yang tidak seimbang di antara teknisi. Rekomendasi untuk pengembangan lanjutan
termasuk integrasi online dan peningkatan kapasitas hardware/software untuk
memaksimalkan performa sistem helpdesk.
Komentar
Posting Komentar